MEMBENTUK SISWA KREATIF, INOVATIF DAN KOMPETITIF MELALUI PEMBELAJARAN TIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Bismillah,
Hari ini, Sabtu, 13 Juli 2019 adalah hari pertama saya bergabung dalam even Upgrading Yayasan Darussalam Batam yang diadakan di Hotel Nagoya Plaza.
Pelatihan hari ini sangat menarik, disampaikan oleh seorang praktisi pendidikan yang sangat luar biasa, energik, rendah hati dan memiliki segudang prestasi bergengsi. Beliau adalah Bapak Wijaya Kusuma, S.Pd. M.Pd.
Dalam sesi pertama, Om Jay begitu sapaan akrab beliau, telah memaparkan materi dengan apik dan sangat menarik serta inspiratif. Hal pertama yang beliau sampaikan adalah untuk menjadi orang kaya di masa muda itu ada 3 cara:
Terlahir dari keluarga kaya
Menikah dengan orang kaya
Harus kreatif dan berkarakter.
Selanjutnya beliau menyampaikan jika kita pernah gagal, lekaslah bangkit dan raih sukses kembali.
Dan untuk bisa menjadi orang yang dapat memberikan pengaruh pada dunia, ada 5K kuncinya;
Kolaborasi
Konten kreatif
Konvergens
Kontekstual
Konektivitas
Di Tahun Pelajaran baru ini, dengan tantangan baru, mari hadapi dengan semangat baru.
Ada 4 kekuatan manusia untuk sukses;
Kekuatan pikiran ( positive thinking )
Kekuatan perkataan ( katakana kita pasti bisa )
Kekuatan perasaan
Kekuatan perbuatan
Tips selanjutnya yaitu ikatlah ilmu dengan menuliskannya, supaya tidak lepas.
Om Jay juga berpesan bangunlah kekuatan alumni dan kekuatan orang tua.
Tanamkan azam ingin meluluskan alumni bermental pengusaha, bukan bermental pegawai.
Catatan dari beliau, “ Tidak anak yang bodoh tapi anak tersebut belum menemukan guru yang terbaik “.
Beliau memotivasi seluruh civitas Darussalam untuk mengupgrade diri menyelaraskan dengan perkembangan zaman, dengan aktif menulis buku, menulis blog serta memanfaatkan pembelajaran TIK sehingga pembelajaran kita menarik, berkesan dan bermakna.
Beliau membimbing kita dalam menulis harus mengandung 5W 1H;
WHAT
WHO
WHY
WHEN
WHERE
HOW
Mengajar harus sesuai zamannya.
Paparan beliau sungguh sangatlah bermanfaat. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau. Baarakallahu fiik. Alhamdulillah.
No comments:
Post a Comment